Tuesday, September 21, 2010

It's not just coding..It's solving problems and helping many people

Ketika mendengar salah satu seminar James Gwee, seorang motivator terkenal dari Singapura, sy terkesan dengan satu cerita yang disampaikannya, yaitu mengenai seorang tukang (juru) periksa gagang pintu kamar yang cukup senior di sebuah hotel di Singapura (yang ditemuinya dalam suatu seminar di sana). Beliau berkisah si tukang pintu menghabiskan waktu yg cukup lama (1 jam kalau ga salah) untuk memastikan setiap handel (gagang) pintu berfungsi dengan baik. Mengherankan memang..bagaimana orang ini 'betah' melakukannya?apa nggak bosan setiap hari kerjaannya itu-itu saja?Si tukang pintu menjawab, pak James kalo begitu belum mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya adalah memastikan keselamatan seluruh penghuni hotel dari marabahaya. Bayangkan..lanjut si tukang pintu..kalo terjadi kebakaran dan gagang pintunya macet..bisa-bisa tidak selamat penghuni tsb.

Yang bisa dipetik dari cerita ini adalah jika anda ingin menikmati pekerjaan anda, carilah tujuan mulia dari pekerjaan anda, walaupun se-membosankannya pekerjaan itu. Mendengar cerita ini, sy jadi teringat dengan kesukaan sy akan 'coding' yang muncul semenjak kerja di Telkom. 'Coding' disini maksudnya adalah membuat beberapa (atau banyak) instruksi di komputer baik itu manual atau otomatis sehingga pekerjaan anda menjadi lebih mudah. Jujur saja, banyak teman-teman yang salah kira, sy ternyata tidak terlalu suka 'coding' ketika kuliah, tp sy demen algoritma pemrograman karena mengajarkan cara berpikir yang logis dan struktural. Tidak terlalu suka karena mungkin tidak terlalu bisa. Teman-teman satu angkatan yang mengecam masa SMA-nya di Jawa sudah familiar lebih dahulu dengan yang namanya 'coding' ini, sehingga sy startnya di belakang mereka. Sy juga tidak terlalu menikmati 'coding', karena belajarnya langsung dari buku Bjarne Strauscaup (benar ga ya namanya?), si empunya C++. Pertama belajar..baca bab-bab awal..waw!!!hebat nya orang ini...Kedua..hmm..lumayan..Ketiga..Ngantuk ga ngerti..Seterusnya..Buku masuk rak, ga pernah disentuh lagi. What makes me sleepy is it's not hands-on practice. belajar teori programming dengan segala ribetnya syntax mengantukkan. Begitu pula ketika 'coding' hanya dicontohkan dengan hal-hal yang remeh (menampilkan keluaran sederhana, menerima masukan sederhana, dll) belajar terasa membosankan dan mengantukkan, serta ketika 'coding' mentok, pakar tempat nanya ga ada (thanks Google for your existence nowadays).

Nah..ketika pertama kali masuk Telkom, masalah pertama yang saya hadapi adalah banyak gangguan perangkat terjadi di lapangan karena tidak ada sistem monitor dan alert yang automatic, anywhere, anytime, dan anyhow. Sistem monitor yang tersedia hanyalah bawaan vendor yang tidak friendly (linux shell-based) dengan personil lapangan rata-rata berusia 40 thn ke atas. Sudah sulit ngoperasiin komputer ditambah lagi ngetik-ngetik command di Linux. Alhasil..setiap Senin, kita harus menghadapi perangkat yang saban gangguan karena pendingin ruangan mati, breaker PLN mati, dll yang terjadi di hari libur.

Well..sy tekadkan mau bantu teman-teman saya biar ga usah 'mudeng' dengan nulis script di mesin linux (wong utk masuk ke shell nya aja dah bikin puyeng apalagi ngetik command - biasanya buka primbon dulu) dan biar perangkat (terutama battery) juga ga makin parah kerusakannya terutama karena temperatur ekstrim serta yang pastinya layanan bagi pelanggan harus selalu on..but how???

i know "sistem monitor dan alert yang automatic, anywhere, anytime, dan anyhow" is the only solution. Sy tidak jago 'coding' dan linux, belum pernah punya apalagi nginstal server, dan pengalaman network masih se-uprit iprit. Well..I set up my goal..motivation to help people work easier..then hampir tiap malam saya menginap di kantor mulai dari ngonsep sistem, desain aplikasi, belajar linux, nginstal & ngadminin server, belajar sintaks php (untungnya mirip dengan C++ waktu kuliah), ngutak-ngatik script, ngutak-ngatik perangkat Motorola, bolak-balik nyatronin Google, dll (Masa-masa menginap di kantor terhenti setelah satpam cerita tentang seremnya kantor itu :p) Alhasil, dalam waktu sekitar 6 bulan, jadilah web pertama yang accessible di PDA/smartphone untuk mengakses kondisi perangkat Motorola. What makes me so exciting is the way people change their way to manage network. Mereka menjadi lebih hepi karena mereka bisa mengantisipasi sesuatu. They really love their problem solved. I'm really glad I can help them. Sudah ga ada panik-panikan lagi ketika gangguan, karena dah tau gejala-gejala mau gangguan.

Dalam perjalanannya, there's always feedback (thanks to all my friend, you make me smarter with your feedback)..sehingga membuka wacana revisi, pengembangan baru, inovasi baru, dsb. Without feedback, I won't be on the current level of knowledge.

Akhirnya..sampailah sy di situasi sekarang..menangani masalah yang lebih kompleks di level nasional yang membutuhkan sentuhan 'coding' (IT) yang lebih expert dan mumpuni. Sy terus mencoba memenuhi feedback-feedback yang ada.

Well..these followings work for me. Hopefully will work for you.

1. You can if you think you can (ga ada orang yang langsung bisa, sy juga ga bisa dulunya, tp karena tujuan yg mulia, sy yakin saya bisa)

2. A thousand miles journey always begin with a single step (mana ada yang langsung hebat,,semua dimulai dari yang paling kecil)

3. We're always number two. Always try harder to be number one (jangan pernah puas dengan kondisi sekarang..raihlah dahan yang lebih tinggi, ketika sudah mencapai suatu dahan).

4. Always begin with the end in the mind (selalu bermula dengan tujuan yang mulai, maka kenikmatan akan muncul).



Semoga bermanfaat dan semoga sukses untuk kita semua dan mencapai apa yang kita cita-citakan.



Jakarta, 21 September 2010

=karena kata fesbuk sy cocoknya jadi editor, maka hari ini lagi belajar nulis yang bagus=

Wednesday, March 31, 2010

tes

tes pakcik